Hayo, tahu nggak rem-ngerremman itu apa?
Rem-ngerremman
adalah permainan tradisional yang ada di Kabupaten Bangkalan, Madura.
Sebenarnya rem-erremman adalah bahasa madura yang artinya petak umpet.
Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak saat hari libur. Permainan ini
beranggotakan minimal 3 orang. Satu anak sebagai yang jaga tempat kekuasaannya.
Anak yang lainnya bersembunyi di tempat yang sekiranya aman.


Permainan ini
dimulai dengan menentukan siapa yang akan menjadi sebagai penjaga. Yaitu dengan
cara hompimpa, dan yang kalah adalah yang jaga. Yang lainnya akan bersembunyi.
Untuk mengetahui berapa lama si penjaga akan mehitung, dilakukan dengan cara
salah satu jari anak yang sembunyi mencolek kepala si penjaga. Dan nanti si penjaga
akan memilih salah satu jari yang mencolek. Apabila jari yang dipilih tepat, si
penjaga akan menghitung dengan waktu 10 detik. Jika pilihannya salah, maka si
penjaga akan menghitung 20 detik hingga 50 detik.
Tugas si penjaga
adalah mencari anak-anak yang sedang bersembunyi.
Pada suatu saat,
bisa saja terjadi anak yang bersembunyi melakukan “sidak”. “sidak” ini
dilakukan dengan cara memukul tempat kekuasaan si penjaga yang biasanya
dilakukan sembunyi sembunyi ketika si penjaga sedang mencari anak yang
bersembunyi. Dengan melakukan “sidak” ini, anak yang melakukan “sidak” akan
mendapatkan keuntungan tidak akan dipilih pada saat pemilihan bagian yang jaga
pada berikutnya.
Dan juga ada
peristiwa “bhenas” yang dilakukan ketika orang yang bersembunyi merasa lelah
dan ingin istirahat, maka ia boleh mengatakan “bhenas”. “Bhenas” sendiri
artinya berhenti sebentar. Apabila si penjaga sudah menemukan anak yang
bersembunyi, makan akan dilakukan pemilihan penjaga yang baru. Dilakukannya
dengan cara semua pemain akan berbaris kecuali yang telah melakukan “sidak”.
Berbaris di belakang si penjaga , dan nantinya si penjaga akan menyebutkan
nomer yang ia inginkan. Jika si penjaga memilih nomer 3 berarti, dihitung dari
tembok, kemudian si penjaga dan anak yang ada di belakang si penjaga. Berarti
anak yang ada di belakang si penjaga akan menggantikan si penjaga yang
sebelumnya.
Dan permainan
akan terus berulang hingga semua pemain mengatakan “ambuwen”, maka permainan
akan berakhir. Ambuwen sendiri adalah bahasa Madura yang artinya “berhenti”.
Itu permainan
tradisional yang ada di kota kita. Kalau di kota kalian apa hayo?
Segitu dari
kita, Semoga bermanfaat ya guys. See you and manthap sayang!
By: Eviyanti Choirunnisa








0 comments:
Post a Comment